ABSTRAK Masyarakat Jeneponto dianggap sebagai penganut agama Islam yang fanatik, namun dalam kehidupan sehari-hari, mereka belum mampu melepaskan diri dari kepercayaan yang telah diwariskan oleh leluhur mereka. Oleh karena itu, tampak adanya dualisme dalam kepercayaan. Di satu pihak mempercayai aturan agama dan di pihak lain kebanyakan mereka juga mempercayai kekuatan gaib atau benda-benda serta tempat keramat. Upacara-upacara tradisional yang meru-pakan perwujudan dan dari kepercayaan warisan leluhur dan Islam tampak demikian kompleks, sehingga kebanyakan dari mereka itu sudah tidak dapat membedakan lagi mana kepercayaan yang bersumber dari Islam, dan mana yang bersumber dari tradisi leluhur. Oleh karena itu, kiranya yang perlu mendapat perhatian kaitannya dengan masalah ini ialah mengungkapkan hal-hal yang melatari gejala tersebut. Dari data yang ada juga menunjukan adanya tanda-tanda tradisi megalitik yang pernah berkembang di daerah ini, misalnya, selain peninggalan makam Islam yang memperlihatkan tradisi megalitik juga ditemukan peninggalan-peninggalan lain, seperti susunan batu temugelang yang oleh penduduk disebut bata atau baliung; batu tegak yang disebut batu pattudang; batu dakon atau ganreco. Peninggalan-peninggalan di atas mengingatkan kita pada peninggalan tradisi megalitik yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Kata Kunci: tradisi, kepercayaan, megalitik
Copyrights © 2014