Gagal ginjal kronik dapat terjadi karena beberapa faktor resiko seperti DM, hipertensi dan gangguan penyakit metabolik lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dan odds ratio antara riwayat hipertensi, riwayat DM, riwayat penggunaan OAINS, riwayat merokok dan riwayat penggunaan minuman suplemen energi dengan kejadian GGK di Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan case control, yang diambil dari pasien umur 15-75 dengan jumlah sampel sebanyak 92 pasien. Data sekunder diperoleh dari rekam medik pasien dan data primer diperoleh melalui wawancara. Berdasarkan analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square, menunjukkan bahwa hipertensi secara statistik ada hubungan yang bermakna dengan kejadian GGK (OR = 13,988, p< 0,05; CI = 4,634 – 42,222) yaitu resiko mengalami GGK 13 kali lebih besar dari kelompok kontrol. Riwayat penggunaan OAINS disertai riwayat penyakit faktor risiko GGK juga menunjukkan ada hubungan bermakna dengan kejadian GGK (OR = 3,556, p< 0,05; CI = 1,500-8,429) yaitu memiliki resiko mengalami GGK 3,5 kali lebih besar dari kelompok kontrol. Sedangkan riwayat penyakit DM (OR = 1,230, p> 0,05; CI =0,347 – 4,355), riwayat merokok (OR = 1,454, p>0,05; CI = 0,621-3,407), riwayat penggunaan minuman suplemen berenergi (OR = 1,190, p>0,05; CI = 0,525-2,697) secara statistik menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian GGK. Terdapat hubungan antara riwayat penyakit hipertensi, riwayat penggunaan obat anti inflamasi non steroid disertai riwayat penyakit faktor resiko GGK dengan kejadian GGK. Tidak terdapat hubungan antara riwayat penyakit DM, riwayat merokok, riwayat penggunaan minuman suplemen berenergi dengan kejadian GGK.
Copyrights © 2019