Pelayanankefarmasianmerupakanpelayanan yang tidak terpisahkandarisistempelayanankesehatandirumahsakit. Pelayanan farmasi inilah yang mendorong rumah sakit untuk senantiasameningkatkanmutupelayanan dalam rangkamencapaikepuasan pasien dalam halpengetahuantentangpenyakit yang dideritatermasukpenyakit TBC, hal ini juga disebut dengan pharmaceutical care. Berdasarkan fakta yang terjadi di lapanganterlihatbahwamasihbanyak pasien yang kurang pahammengenaihal-hal yang terkait dengan penyakit TBC, baik darisegipengobatanhingga proses penyembuhan. Hal ini diperkirakanterjadikarena pasien tidak mendapatkanKonseling yang baik oleh apoteker atau tidak pernahmendapatkankonseling sama sekali. Olehkarena itu peneliti ingin mengetahuipengaruhPharmaceutical care terhadaptingkatpengetahuan pasien TBC sertatingkatkepatuhan pasien dalam pengobatan TBC. Berdasarkan hasilanalisisuji paired sample t-test diperolehnilaisignifikasisebesar 0.001 (p < 0.05). Dari hasiltersebut dapat disimpulkanbahwaadaperbedaantingkatpengetahuansetelahdiberikankonseling. Sehingga dapat disimbulkanbahwapengetahuan pasien sebelum diberikanpharmaceutical care dalam hal ini konseling lebih kecil atau rendah dibandingkan dengan setelahdiberikannyapharmaceutical care terhadap pasien mengenaipenyakit TBC.
Copyrights © 2019