Pimpinan eselon IV pada lembaga pemerintah memiliki tugas utama sebagai pengawas dan pelaksana kegiatan, ini juga menunjukkan peran penting sebagai supervisor untuk ujung tombak dalam memastikan program dan kegiatan berjalan sebagaimana yang direncanakan. Namun dalam pelaksanaanya tentunya banyak kendala yang dihadapi, kinerja aparatur sipil negara level ini yang merupakan low manajemen selalu dihadapkan pada masalah teknis dan operasional. Kerjasama tim dalam mencapai kinerja menjadi bagian tantangan tersendiri, juga peran atasan serta iklim kerja menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian serius. Pada penelitian ini penulis memfokuskan pada upaya meningkatkan kinerja aparatur sipil negara eselon IV yang mendapatkan pelatihan pada BPSDM Propinsi Riau yang mendapatkan pelatihan pim tingkat IV melalui peran kerjasama tim dan juga atasan serta iklim kerja. Melalui metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan populasi peserta pim tingkat IV dan diambil sampel secara sensus sebanyak 40 orang dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner serta dianalisis secara kuantiatif dengan alat analisis SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kinerja aparatur sipil negara level IV (supervisor) terbukti dipengaruhi kerjasama tim dan juga terbukti kerjasama tim baik secara parsial maupun secara simultan dipengaruhi oleh kepemimpinan transformasional dan iklim kerja. Dan juga dominasi variabel kepemimpinan transformasional lebih dominan dibandingkan dengan variabel iklim kerja. Kemudian juga kerjasama tim memberikan pengruh yang signifikan terhadap kinerja aparatur sipil negara.
Copyrights © 2019