ABSTRAKFokus penelitian ini yaitu seberapa tinggi tingkat penerapan prinsip ANEKA oleh Aparatur Nagari Jawi-Jawi. Selanjutnya penulis ingin mengetahui persepsi masyarakat terhadap penerapan prinsip ANEKA oleh Aparatur Nagari Jawi-Jawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap penerapan prinsip ANEKA oleh Aparatur Nagari Jawi-Jawi. Serta seberapa tinggi tingkat penerapan prinsip ANEKA oleh Aparatur Nagari Jawi-Jawi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan tipe kuantitatif deskriptif, sampel dalam penelitian ini memakai rumus Slovin yaitu 96 orang warga masyarakarakat kenagarian Jawi-Jawi , yang terdiri dari 66 orang perempuan dan 41 orang laki-laki masyarakat Nagari Jawi-Jawi. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Random sampling serta pengumpulan data dengan mengguakan skala Psikologi memakai bentu skala Likert berupa kusioner dengan pernyataan 123 item.Berdasarkan penerapan prinsip ANEKA tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip ANEKA oleh aparatur nagari jawi-jawi yang paling baik diterapkan yaitu prinsip komitmen mutu dengan persentase 97,91, sedangkan yang paling terendah dan harus ditingkatkan lagi yaitu prinsip nasionalisme dengan jumlah persentase 48,95. Kemudian tingkat persepsi masyarakat terhadap penerapan prinsip ANEKA oleh aparatur nagari jawi-jawi kecamatan gunung talang kabupaten solok termasuk dalam kategori rendah yaitu 77,08% dengan jumlah maksimum responden 74 orang. Kata Kunci : Persepsi masyarakat, prinsip ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, anti korupsi), aparatur nagari.
Copyrights © 2019