Artikel ini mencoba melacak dan memetakan karakter tasawuf wujudiyahdi nusantara dengan mengkaji dinamika historis perkembangannya dan mengkajibeberapa ungkapan-ungkapan sufistik dari dua tokoh besar Nusantara yang dianggap paling berpengaruh, yaitu Hamzah al Fansuri dan Syekh Siti Jenar.Dari Penelitianini didapati bahwa ungkapan-ungakapanbahasa metaforis tasawuf wujudiyah Nusantara terkarakterisasi oleh ke-Nusantaraan-nya. Hal ini,baik secara sosio historis, Sosio kultural ataupun geografis.Perbedaan pemahaman terhadapEkspresi kebahasaan metaforis ini pulalah yang kadangkalamenjadi salah satu penyebab terjadinya kesalahpahamanterhadap ajarannya sehingga menyebabkan konflik antar paham keagamaan di Nusantara.
Copyrights © 2020