Pengawetan spesimen merupkan hal yang sangat penting dalam mendukung penelitian di bidang biologi dan pembelajaran biologi. Salah satu metode dalam pengawetan spesimen adalah Bioplastik. Bioplastik merupakan salah satu bentuk pengawetan kering dalam sebuah blok resin yang umumnya digunakan sebagai media pembelajaran. Bioplastik dibuat menggunakan campuran resin (Poliester resin) dan katalis (Hydrogen Peroksida). Perbandingan resin-katalis dalam pembuatan bioplastik merupakan hal paling menentukan keberhasilan dan kualitas dalam pembuatan bioplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mencari perbandingan formula resin-katalis yang optimal dalam pembuatan media bioplastik untuk mengawetkan tumbuhan Thallophyta. Penelitain ini dilakukan terhadap 6 jenis tumbuhan thallophyta dari 5 kelas yaitu, Campylopus sp. (Bryophyta: Musci), Marchantia sp. (Bryophyta: Hepaticeae), Usnea sp (Lichenes), Sargassum sp. (Phaeophyta), Chondrus sp. (Rhodophyta), dan Caulerpa sp. (Chlorophyta). Enam jenis specimen tersebut akan diberikan perlakukan dengan 4 perbandingan formula resin-katalis yang berbeda dengan 4 kali pengulangan. Parameter yang diamati setelah diberikan perlakuan adalah lama reaksi, keutuhan bentuk morfologi, warna thallus menggunakan instrumen yang telah dibuat. Data kualitas bioplastik, keutuhan warna thallus dan bentuk thallus diambil selama 3 bulan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Uji ANOVA menggunakan software IBM SPSS 2.2. Bioplastik merupakan cara yang efektif dalam mengawetkan tumbuhan tingkat rendah seperti chlorophyta, phaeophyta, rhodophyta, bryophyta, dan lichenes. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan resin-katalis yang paling efektif adalah formula 2 dengan perbandingan resin-katalis untuk 0,2 ml katalis untuk 100 ml resin.
Copyrights © 2019