High Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan salah satu teknik kromatografi untuk zat cair yang disertai dengan tekanan tinggi. Dalam proses operasionalnya ditemukan permasalahan-permasalahan yaitu hasil pemisahan dari suatu sampel menghasilkan puncak-puncak yang bersinggungan, waktu retensi yang lama, dan sulit mendapatkan kondisi optimal sehingga fase gerak menjadi boros. Keberhasilan pengukuran dengan HPLC dipengaruhi oleh kondisi operasional dari alat dan fase gerak yang digunakan yaitu diantaranya dilakukan dengan cara mengatur perbandingan fase gerak, perubahan laju alir, pH fase gerak, dan temperatur. Penelitian ini dilakukan dengan menguji senyawa standar IAA dan ekstrak sampel pada kondisi fase gerak dengan perbandingan metanol : air (5:5, 6:4, 7:3, 8:2, 9:1, 10:0). Selain itu dilakukan penambahan asam posfat 0,1% dan optimasi pada laju alir. Kondisi optimum dicapai pada perbandingan fase gerak metanol : 0.1% posfat (5:5) dengan laju alir 0.8 ml/menit dimana terbentuk pemisahan yang sempurna. Hal ini mengacu pada nilai k’ sampel yaitu 2,9, nilai resolusi 1.499, nilai Tf 1.592, waktu retensi 8.6. Hasil percobaan menunjukkan bahwa karakteristik puncak yang baik dalam kromatogram dipengaruhi oleh perbedaan laju alir, komposisi fase gerak dan pH fase gerak. Penambahan asam dapat mempertajam puncak kromatogram dan menurunkan tekanan kolom. Hasil percobaan ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi operator atau teknisi HPLC dalam melakukan analisis IAA atau senyawa lainnya serta mengambil langkah penyelesaian apabila menemukan permasalahan terkait puncak dalam kromatogram sehingga operator dapat menghemat waktu dalam analisis dan memperpanjang usia kolom. Kata kunci: Fase gerak, HPLC, IAA, Laju Alir, Puncak Kromatogram
Copyrights © 2019