ABSTRACT  Peningkatan kasus baru kanker serviks di Indonesia merupakan masalah kesehatan reproduksi yang penting untuk segera diatasi. Inspeksi Visual Asetat (IVA) merupakan upaya deteksi dini kanker serviks yang disarankan. Salah satu faktor resiko terjadinya kanker serviks adalah aktifitas seksual pada usia muda. Pada usia muda, saluran rahim belum sempurna sehingga belum siap untuk terjadinya kehamilan. Sel-sel di saluran vagina perempuan yang menikah terlalu muda bisa menjadi ganas yang mengakibatkan kanker saat melakukan aktivitas seksual dengan frekuensi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara aktifitas seksual pada usia muda dengan hasil deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Temanggung. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh wanita yang melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Temanggung Tahun 2017 sejumlah 3.341. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 348 yang diambil menggunakan tehnik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berhubungan seksual pertama pada umur kurang dari 17 tahun cukup besar yaitu 141 ( 40,5%). Tidak ada hubungan antara usia pertama kali berhubungan seksual dengan hasil IVA positif ( p value : 0,429). Wanita yang melakukan hubungan seksual pertama kurang dari 17 tahun maupun lebih memiliki resiko yang sama terjadinya kanker serviks.  Keyword : usia, IVA, kanker serviks.
Copyrights © 2020