Journal Malige (Media Arsitektur Lintas Generasi)
Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Malige Arsitektur

KRISIS PENGENALAN KARAKTER TERHADAP WUJUD FISIK ARSITEKTUR BATAK TOBA, BATAK KARO, DAN BATAK SIMALUNGUN PADA GENERASI MUDA

Josephine Roosandriantini (Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya)
Denny Jean Cross Sihombing (Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya)



Article Info

Publish Date
09 Dec 2019

Abstract

ABSTRAKPada jaman dahulu masyarakat Nusantara kita ini tidak mengenal tulisan, sehingga segala pengetahuantentang arsitektur tidak tertulis dan dianggap bahwa rumah adat yang ada tidak dikatakan sebagai sebuah karyaarsitektur. Sedangkan kondisi sekarang ini wujud fisik arsitektur sudah tersedia, literatur mengenai rumah adattiap daerah sudah ada walau terbatas. Tetapi kondisi masyarakat di jaman modern ini, perkembangan teknologiyang semakin canggih membuat generasi muda saat ini lebih kecanduan gadget, segala informasi danpengetahuan melalui media online. Sedangkan pengetahuan tentang rumah adat tiap daerah sangatlah terbatas,sehingga tidak heran jika generasi muda cenderung tidak memahami rumah adat tiap daerah. Penelitian inimembatasi hanya pada pemahaman wujud fisik arsitektur Batak dengan tiga variasi, yaitu Batak Karo, BatakToba dan Batak Simalungun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menambah wawasan kepada generasi mudamengenai wujud fisik arsitektur Batak, agar kekayaan budaya bangsa Indonesia tetap dapat dilestarikan. Metodepengumpulan data dengan menggunakan observasi di lapangan dan literatur mengenai detail dari wujud fisikarsitektur Batak Karo, Toba dan Simalungun. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisisdeskriptif, yaitu menyeleksi data yang diperoleh dari lapangan berdasarkan kualitas kebenarannya, dandihubungkan dengan data yang diperoleh dari literatur tentang Batak Karo, Toba dan Simalungun. Kesimpulandari penelitian ini bahwa banyak dari generasi muda belum mengenal arsitektur Batak Karo, Toba danSimalungun, sehingga memang diperlukan pemahaman mengenai arsitektur Batak dari berbagai media.Kata kunci : Arsitektur Batak, Generasi Muda, Pengenalan, Wujud FisikABSTRACTIn ancient times our Archipelago community did not know writing, so all knowledge of architecture was notwritten and it was assumed that the existing Nusantara house was not said to be an architectural work. Whereasthe present condition of the physical form of architecture is available, the literature on Nusantara houses in eachregion already exists even though it is limited. But the condition of society in modern times, increasinglysophisticated technological developments make the younger generation today more addicted to gadgets, allinformation and knowledge through online media. While the knowledge of Nusantara houses in each region isvery limited, so it is not surprising that the younger generation tends to not understand the traditional houses ofeach region. This research limits only the understanding of the physical form of Batak architecture with threevariations, namely Batak Karo, Batak Toba and Batak Simalungun. The purpose of this study is to add insight tothe younger generation regarding the physical form of Batak architecture, so that the Indonesian culturalrichness can still be preserved. Methods of collecting data using field observations and literature on the detailsof the physical form of Karo, Toba and Batak Simalungun architectures. Data analysis in this study was carriedout by means of descriptive analysis, namely selecting data obtained from the field based on the quality of itstruth, and related to data obtained from the literature on Karo, Toba and Batak Simalungun. The conclusion ofthis study is that many of the younger generation are not familiar with the Karo, Toba and Batak Simalungunarchitecture, so it is indeed necessary to understand Batak architecture from all media.Keywords : Architecture Batak, Young Generation, Introduction, Physical Being

Copyrights © 2019