ABSTRAKPerkembangan industri batik di Kota Pekalongan pada awal abad ke-19 memunculkan fenomenaperkampung batik yang memicu munculnya pengusaha-pengusaha batik sukses dari kalangan pribumi Jawa(juragan). Mereka menunjukkan kesuksesan dan strata sosialnya dengan membuat rumah Gedhong bergayaarsitektur kolonial, dengan fungsi ganda sebagai hunian dan rumah produksi batik. Adanya fungsi ganda tersebutkemudian menjadi daya tarik bagi peneliti untuk mengungkap karakteristik privasi ruang yang digunakan padaarsitektur rumah Gedhong. Salah satu perkampungan batik di Kota Pekalongan yang masih memiliki banyakpeninggalan rumah Gedhong yaitu di Kampung Batik, Kelurahan Banyurip. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif dengan pendekatan rasionalistik, dengan tahapan penelitian berupa; [1] mengidentifikasi kondisi unitamatan di lokasi penelitian dan mengumpulkan data-data temuan di lapangan, [2] mengkategorisasi fungsi ruang,[3] menganalisa fungsi ruang berdasarkan konektivitas ruang yang tercipta untuk mengetahui tingkatanprivasinya. Data-data penunjang dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi,wawancara, serta melalui studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik teritori ruang pada rumahGedhong yang menggambarkan adanya hirarki ruang berdasarkan tingkat privasinya.Kata kunci: privasi ruang, rumah gedhong, kota pekalonganABSTRACTThe development of batik industry in the city of Pekalongan in early 19th century led to the phenomenon ofbatik village that triggered the emergence of batik entrepreneurs successful among the indigenous Javanese(juragan). They show their success and social strata by making a colonial architecture style house, with dualfunction as residential and batik production house. The existence of the dual function then becomes an attractionfor researchers to uncover the privacy characteristics of the space used in architecture of Gedhong houses. Oneof the batik village in the city of Pekalongan which still has many relics of Gedhong houses is located inKampung Batik, Banyurip Village. This research uses qualitative methods with a rationalistic approach, with aresearch stage; [1] identify the condition of the research unit and collect the findings data at the research site,[2] categorizes spatial function, [3] analyse spatial functions based on the connectivity of space created todetermine their privacy tiers. The supporting data in this study was obtained using observation methods,interviews, and literature studies. The results of this research show the characteristics of space territory inGedhong house which describes the existence of space hierarchy based on its privacy level.Keywords: privacy, gedhong house, pekalongan city
Copyrights © 2019