Penelitian ini menguji apakah penerapan atribut tata kelola perusahaan memiliki dampak terhadap kekayaan pemegang saham bank komersial. Kami berhipotesis bahwa persentase dewan independen, keberadaan komite audit, struktur kepemilikan, jumlah dewan direksi, profitabilitas bank komersial, dan ukuran bank komersial, sebagai perwakilan dari tata kelola perusahaan, memiliki dampak terhadap kekayaan pemegang saham bank umum. Penelitian ini menggunakan beberapa atribut tata kelola perusahaan yang dikembangkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Pengawas Pasar Modal, dan kekayaan pemegang saham bank komersial yang dikembangkan oleh Brigham dan Houston (2001). Menurut pendekatan Generalized least squared pada pooling data. Secara keseluruhan, menggunakan profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai variabel pengendali, hasil bahwa kekayaan pemegang saham bank komersial memiliki hubungan negatif dengan sebagian besar atribut tata kelola perusahaan, tetapi memiliki hubungan positif dengan jumlah dewan direksi. Penelitian ini memiliki beberapa implikasi untuk ditawarkan, salah satunya adalah dapat diambil sebagai pedoman bagi pemegang saham dan manajemen bank komersial. Selain itu, penelitian ini memberikan beberapa informasi dan identitas sumber ineficency, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk membantu manajemen bank komersial untuk meningkatkan kekayaan pemegang saham.Kata Kunci: Corporate Governance, Kesejahteraan, Bank
Copyrights © 2018