Setiap perusahaan pemerintah yang besar atau kecil atau non-pemerintah, terutama yang orientasinya 'berorientasi pada keuntungan' biasanya mencoba untuk menjual produk mereka yang dapat dipasarkan, dan pemasaran mereka dapat dilakukan dengan baik, sehingga dibutuhkan upaya maksimal untuk menerapkan Prinsipal promosi yang efektif termasuk menggunakan 'media promosi' secara efisien dan efektif untuk mendapatkan atau mencapai volume penjualan yang besar dan keuntungan maksimum. Keempat jenis prosedur tersebut disingkat 'AIDA' yaitu Attention (untuk memberikan perhatian kepada pra-konsumen dan pra-pelanggan), Interest (untuk membangun minat), Desire (untuk menumbuhkan kebutuhan atau keinginan), dan Action (bertindak) untuk melakukan pembelian). Prosedur tersebut tidak dapat dipisahkan dengan menerapkan cara promosi secara permanen, yaitu: (1). penjualan 'pintu ke pintu', yang disebut 'penjualan pribadi', (2). menggunakan media massa untuk melakukan promosi, yang disebut 'penjualan massal', dan (3). Penjualan promosi atau umumnya disebut 'promosi penjualan'. Agar produk yang dijual layak dipasarkan, maka sebelum itu perusahaan harus melakukan bauran pemasaran secara efektif, terdiri dari produk, harga, promosi, dan tempat. Mempertimbangkan menggunakan 4-P itu dan memilih atau menyesuaikan dengan media atau alat promosi yang efektif, dalam hal ini dengan menggunakan dan mempertimbangkan 12 jenis alat atau media promosi berdasarkan orientasi pasar pembeli, sehingga produk yang dijual diharapkan dapat dipasarkan dengan baik. Akhirnya, 12 jenis media atau alat promosi dapat disebut 'media promosi berkelanjutan' (Philip Kotler, 2002: 684). Untuk menerapkan media atau alat promosi yang efektif, maka dalam hal memilih dan memutuskannya harus memperhatikan alokasi biaya dan secara efektif biaya media promosi yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan perusahaan agar volume penjualan dapat ditingkatkan secara proporsional.Kata Kunci: AIDA, penjualan pribadi, penjualan massa, promosi, marketing mix.
Copyrights © 2016