AbstrakSelama menstruasi, sebagian besar wanita akan merasa tidak nyaman dalam bentuk rasa sakit atau disebut nyeri haid primer atau dismenore primer. Keluhan gangguan menstruasi bervariasi dari ringan hingga berat dan sering mengakibatkan frustrasi bagi penderita. Salah satu kegiatan fisik yang bisa dilakukan adalah melakukan olahraga. Olahraga teratur dapat meningkatkan aliran darah di otot-otot di sekitar rahim sehingga bisa menghilangkan rasa sakit saat menstruasi. Tujuan dari penelitian ini mengungkap hubungan antara frekuensi olahraga dan derajat dismenore pada siswi SMP Negeri 1 Cangkringan. Penelitian ini menggunakan desain asosiatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 103 responden, 61 responden (59,2%) melakukan olahraga yang tidak sesuai dengan rekomendasi. Sementara itu, 43 responden (41,7%) mengalami dismenore ringan. Hasil uji Chi-square menunjukkan X2count = 9,981> x2 table = 7,814728 dengan p-value 0,019 <0,05. Oleh karena itu, Ho ditolak dan Ha diterima dengan koefisien korelasi yang lemah sebesar 0,297. Ada hubungan antara frekuensi olahraga dan derajat dismenore di SMP Negeri 1 Cangkringan.Kata kunci: Frekuensi Latihan, Derajat Dismenore
Copyrights © 2019