Anemia adalah kondisi kadar hemoglobin dalam darah dibawah 11 gr/dl. Prevalensi anemia di Indonesia relatif masih tinggi 85%, sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 37,1%. Anemia ibu hamil dapat menyebabkan kematian pada ibu dan janin. Upaya penanganan anemia bisa menggunakan bahan makanan lokal adalah lele dan tepung daun katuk. Ikan Lele dan daun katuk mempunyai kandungan gizi protein dan zat besi yang cukup tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh sustitusi tepung daun katuk (Sauropus androgynous Merr.) pada pembuatan nugget lele (Clarias batracus) untuk ibu hamil anemia. Penelitian ini true eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat variasi perlakuan 0%, 5%, 10% dan 15%. Pembuatan nugget di laboratorium teknologi pangan dan chemix pratama. Variabel yang diteliti variasi substitusi tepung daun katuk, sifat fisik, daya terima menggunakan 25 panelis agak terlatih, kadar protein dan kadar Fe. Analisa data daya terima menggunakan Kruskall Wallis, kadar protein menggunakan ANOVA. Sifat fisik nugget lele mempunyai warna kuning keemasan, rasa gurih, aroma lele daun katuk, tekstur kenyal. Daya terima nugget yang paling disukai panelis adalah nugget B. Kadar protein tertinggi nugget B yaitu 12,77%. Ada pengaruh substitusi tepung daun katuk pada pembuatan nugget lele terhadap sifat fisik, daya terima dan kadar protein.Kata kunci: tepung daun katuk; nugget lele; sifat fisik; daya terima; kadar protein
Copyrights © 2019