Karyawan merupakan orang yang bekerja pada suatu lembaga, yang dapat membuat sebuah lembaga tersebut dapat tetap hidup. Oleh karena itu karyawan juga dapat disebut sebagai mesin dalam sebuah lembaga. Sebagaimana mesin, karyawan memiliki beban kerja yang idealnya sesuai dengan kemampuan karyawan tersebut dalam mengerjakannya. Stres kerja mempunyai dampak positif dan juga negatif. Dampak negatif stres kerja pada tingkat yang tinggi adalah terjadi penurunan pada kinerja karyawan yang drastis. Salah satu penanganan stres non farmakologis yaitu dengan cara relaksasi, seperti; aroma terapi, terapi tertawa, dan meditasi. Tujuan : Adakah pengaruh pemberian terapi non farmakologi terhadap stres kerja karyawan UNRIYO. Metode penelitian : Metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitan quasi experiment dan desain pre test and post test nonequivalent control group. Berjumlah 52 responden yang dibagi menjadi 3 kelompok. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner ISMA. Penelitian dilaksanakan di Universitas Respati Yogyakarta. Menggunakan analisa bivariat uji T–Test Paired. Hasil : Perbedaan rerata skor stres kerja pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah diberikan terapi kombinasi aromaterapi cendana dan meditasi dengan nilai p = 0,002 (normal p<0,05). Perbedaan rerata skor stres kerja pre test dan post test pada kelompok kontrol dengan nilai signifikan p = 0,138 (normal p<0,05). Perbedaan rerata skor stres kerja pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah diberikan terapi tertawa dengan nilai p = 0,002 (normal p<0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian terapi non farmakologi terhadap stres kerja karyawan UNRIYO.
Copyrights © 2019