Academica
Vol 3, No 2 (2011)

PERKAWINAN DAN PERTUKARAN BATAK TOBA (Sebuah Tinjauan Strukturalisme Antropologi)

Rismawati, Rismawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Apr 2014

Abstract

Berbicara masalah perkawinan di kalangan Orang Batak sangatmenarik. Sangat menariknya karena budaya Batak ternyata memilikicara-cara unik yang membedakannya dengan kebudayaan lain.Sebagaimana diketahui bahwa struktur sosial orang Batak Tobaterdapat tiga unsur didasarkan kepada garis keturunan dan sistemperkawinan. Dasar hubungan hulahula dengan boru adalahperkawinan, dalam peristiwa tersebut selalu terlibat tiga unsur yaknihulahula, boru dan dongan tubu. Ketiga unsur tersebut dinamakandalihan na tolu. Ketiganya saling terikat dan saling membutuhkan.Orang Batak melambangkan alat memasak makanan dalihan yangtiga batunya sebagai lambang struktur sosial mereka.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sistem pertukaran didalam perkawinan orang Batak Toba adalah dengan cara tidaklangsung, dimana kedudukan memberi perempuan lebih tinggi daripenerima perempuan. Artinya, mendapat reciprocity yang tidakseimbang. Karena itu prinsip perkawinan pada masyarakat Batak(Toba) adalah conubium asymetris cross cousin connubium.,dengan ciri-ciri: eksogam, tidak boleh saling tukar menukarperempuan.Kata Kunci : Perkawinan dan Pertukaran

Copyrights © 2011