Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan teknik pembuatan anggur air kelapa (coconut wine) yang diproses menggunakan beberapa jenis mikroba dan variasi konsentrasi starter. Preparasi starter dilakukan dengan menginokulasikan ragi roti, kultur murni Saccaromyces cerevisiae dan Saccaromyces ellipsoides ke dalam air kelapa. Starter tersebut selanjutnya ditambahkan ke dalam air kelapa yang telah siap difermentasi dengan konsentrasi 5.0%, 7.5% dan 10.0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggur kelapa yang diproses dengan penambahan starter dari kultur murni S. cerevisiae 5.0% dan S. ellipsoides 10.0% memiliki kadar alkohol sebesar 6.0% lebih tinggi dibandingkan dengan ragi roti 10.0% yaitu sebesar 5.33%. Meskipun demikian hasil pengujian sensoris dari aspek bau dan rasa, panelis lebih menyukai anggur kelapa yang diolah menggunakan starter ragi roti. Perlakuan perbedaan konsentrasi starter tidak nyata pengaruhnya terhadap kadar alkohol anggur air kelapa. Oleh karena itu, untuk efisiensi dalam proses pengolahan, disarankan untuk menggunakan konsentrasi starter sebesar 5.0% untuk kultur murni S. cerevisiae dan S. ellipsoides, serta 10.0% untuk ragi roti.
Copyrights © 2007