Limbah sagu mengandung bahan aktif berupa senyawa fenolat yang mempunyai sifat beracun untuk tanaman terutama gulma berdaun lebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas limbah sagu dalam menekan pertumbuhan gulma terutama gulma berdaun lebar. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Institut Pertanian Bogor, Cikabayan, Darmaga, Bogor dan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik dari bulan September 2003 sampai April 2004. Penelitian menggunakan rancangan acak Kelompok dengan satu faktor, terdiri dari 14 perlakuan limbah sagu dan diulang tiga kali. Tipe gulma berdaun lebar yang dominan pada penelitian adalah Borreria alata (Aubl) DC dan Mikania micrantha HBK. Setiap perlakuan dari tiap jenis gulma terdiri dari empat polibag dan masing-masing polibag terdiri dari 6 gulma individu. Parameter pengembangan perlakuan diolah dengan menggunakan analisis statistik uji F dan jika ada perbedaan, ujinya akan dilanjutkan dengan analisa Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan limbah sagu segar 100% sebagai mulsa mampu mengurangi pertumbuhan dan dapat menyebabkan kematian B alata (Aubl) DC dan M. micrantha HBK masing-masing 23,10% dan 18,89%. Penggunaan limbah sagu sebagai herbisida organik adalah efektif dalam menekan pertumbuhan dan perkembangan gulma berdaun lebar. Limbah sagu sebagai herbisida organik mempunyai karakter yang lebih sebagai racun kontak dalam menekan pertumbuhan gulma
Copyrights © 2008