ABSTRAKPenggunaan pewarna sebagai pengerjaan akhir (finishing) pada produk kerajinan danmebel merupakan suatu cara memberi nilai tambah dan untuk meningkatkan kualitasserta nilai jual produk tersebut. Bahan pewarna yang umum digunakan adalah pewarnasintesis, pewarna ini mengandung gugus AZO yang berbahaya bagi kesehatan danlingkungan. Tanaman sumber pewarna alami sebenarnya dapat kita temukankeberadaanya di sekitar kita, baik sebagai tanaman yang berada di sekitar kita maupuntanaman yang ada di hutan. Tujuan penulisan ini adalah memanfaatkan daun Tepanggangyang berasal dari hutan sebagai pewarna alami kerajinan rotan. Perajin rotan yangmenjadi tempat pelaksanaan uji coba adalah perajin rotan Duta Dare yang beralamatkandi Jl Menteng X kota Palngka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, yang menghasilkanproduk kerajinan rotan seperti Tas, Dompet, Rambat, Tikar, Topi, kipas dan lain-lain.Metode pelaksanaan melalui penyampaian materi, tanya jawab, demontrasi atau prakteklangsung pembuatan bahan pewarna alami serta evaluasi terhadap hasil kegiatan. Hasilpewarnaan pada rotan dengan menggunakan daun tepanggang menghasilkan warna hitamyang mengkilap, aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Dengan adanya pengenalanterhadap pewarna alami daun Tepanggang, perajin Duta Dare mampu menghasilkananeka motip dan corak warna produk kerajinan.Kata kunci : Tanaman hutan, daun tepanggang, pewarna alami, produk kerajinan.
Copyrights © 2018