Pengelolaan agroforestry tradisional dusung sebagai salah satu model pemanfaatan lahan dan hutan di Maluku khususnya oleh masyarakat desa Hulaliu memberikan manfaat baik ekonomi, ekologi dan social budaya yang masih tetap dipertahankan hingga kini. Dan salah satu tradisi dan budaya yang masih tetap dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan agroforestry yakni gotong-royong “masohi yang dilakukan mulai dari: persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pemasaran dan pengelohan pasca panen yang dirasakan sangat membantu meringankan dan memudahkan pekerjaan. Jenis-jenis kerja masohi diantaranya : 1) Masohi bilang 2) Masohi balas 3) Masohi kumpul. Sedangkan dari segi manajemen pengelolaan dusung di desa Hulaliu memiliki karakter dan ciri tersendiri didasarkan pada manajemen pengelolaan hutan yakni terdiri dari : perencanaan (planning), pengorganisasian (organization), pelaksanaan (actualization) dan pengawasan (controlling). Pengembangan yang dilakukan dalam pengelolaan agroforestry tradisional dusung sebagai upaya peningkatan kapasitas petani dan potensi dusung antara lain ; sosialisasi dan penyuluhan tentang pengelolaan agroforestry,l pengadaan peralatan produksi dan pemasaran hasil dusung, pengkayaan jenis tanaman di dusung dan pendampingan kelompok tani
Copyrights © 2018