Hallyu wave atau budaya Korea semakin marak dan mampu masuk ke berbagai kalangan masyarakat diseluruh dunia termasuk Indonesia. Hal ini bukanlah hal yang asing lagi terutama sejak masuknya drama-drama dari Negeri Ginseng tersebut ke stasiun pertelevisian Indonesia di awal tahun 2000-an. Fans sebagai salah satu bagian penting yang menyebar luaskan gelombang k-pop ini sebab tanpa fans, tentu industri K-Pop tidak akan mampu menembus berbagai kalangan. Artikel ini membahas bagaimana bentuk kesetiakawanan Fans K-Pop di Indonesia terutama di era digital saat ini, batas-batas apa saja yang mereka hilangkan demi sebuah kebersamaan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dengan purposive sampling. Hasil yang dicapai adalah bentuk kesetiakawanan fans K-Pop di dunia nyata dan di dunia maya, bagaimana mereka memahami konsep keluarga bukan hanya terdiri dari orangtua dan anak tetapi juga teman-teman sesama penyuka K-Pop. Bagaimana Fans K-Pop mengambil dan meniru hal-hal positif dari budaya dan idolanya. Rekomendasi hasil penulisan ini ditujukan pada Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Kemensos RI untuk dapat mengambil nilai positif dari ‘buih kebersamaan’ yang dimiliki fans K-Pop sehingga mereka dapat memiliki nilai kesetiakawanan sosial yang tinggi di tengah keberagaman.
Copyrights © 2019