Buletin Palawija
No 5-6 (2003): Buletin Palawija No 5 & 6, 2003

Hama Thrips pada Tanaman Kacang Hijau dan Komponen Pengendaliannya

Sri Wahyuni Indiati (Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2003

Abstract

Thrips (Megalurothrips usitatus Bagnall) adalah serangga polyphag yang dapat menyerang bunga dan daun kacang hijau. Adanya populasi dan intensitas serangan Thrips yang tinggi akan menghambat pertumbuhan tanaman kacang hijau sehingga tanaman menjadi kerdil, pembentukkan bunga terlambat, kerontokan bunga, dan menurunkan hasil tanaman. Kehilangan hasil yang ditimbulkan bervariasi tergantung pada varietas dan fase kritis tanaman. Bila serangan Thrips terjadi pada fase kritis (mulai umur 2 minggu), kehilangan hasil pada varietas rentan mencapai 60%, sedangkan pada galur tahan hanya mencapai 28%. Upaya pengendalian Thrips pada tanaman kacang hijau dapat dilakukan dengan beberapa komponen pengendalian antara lain: penanaman galur kacang hijau tahan Thrips MLG-716, pemanfaatan Orius tantillus sebagai pemangsa dominan untuk nimfa dan Thrips dewasa, menanam kacang hijau pada MK I, dan penggunaan insektisida efektif bila cara pengendalian yang lain sudah tidak mampu lagi untuk menekan serangan Thrips. Dengan menggunakan beberapa komponen pengendalian di atas diharapkan tingkat kerusakan tanaman dapat ditekan, hasil dapat ditingkatkan dan keamanan lingkungan tetap terjaga. Di Indonesia, pada tahun 2000 produksi kacang hijau mencapai 290.000 t biji kering, dengan produktivitas rata-rata 0,895 t/ha (BPS, 2001). Penggunaan kacang hijau secara formal belum diteliti, tapi diperkirakan sekitar 90% hasil yang diperoleh langsung dijual. Berdasarkan ketersediaan produk bahan olahan di pasar, persentase terbesar urutan penggunaan kacang hijau adalah sebagai kecambah, bubur, makanan bayi, industri minuman, kue dan tahu (Sumarno, 1993). Produksi kacang hijau tersebut masih rendah, sementara permintaannya cenderung meningkat. Selama tahun 1989–1999 permintaan kacang hijau meningkat antara 2,74–32,41% per tahun, sehingga untuk memenuhi kebutuhan nasional, Pemerintah mengimpor sejumlah 309–73.191 t/tahun (Pinem, 2000).

Copyrights © 2003






Journal Info

Abbrev

bulpa

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Buletin Palawija merupakan wadah bagi para peneliti aneka kacang dan umbi untuk mendiseminasikan hasil penelitiannya dalam bentuk naskah review (tinjauan), primer dan komunikasi pendek. Naskah review dan primer mencakup berbagai disiplin ilmu, yaitu pemuliaan tanaman dan plasma nutfah, ...