Pengembangan ubi kayu di Indonesia mempunyai beberapa kendala terutama preferensi dan penyebaran varietas unggul. Kendala tersebut mempengaruhi perbedaan tingkat adopsi varietas unggul di daerah sentra yang pada akhirnya berpengaruh terhadap produktivitas ubi kayu. Penelitian dilakukan untuk memahami perkembangan dan kondisi aktual preferensi petani, adopsi dan penyebaran, serta kontribusi ekonomi varietas unggul ubi kayu di Indonesia. Penelitian dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan secara lintas institusi (Balitkabi, BPTP, Dinas Pertanian) pada sentra produksi ubi kayu di Provinsi Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, serta Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013 dan 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah simple random sampling pada 856 petani responden. Hasil kajian memberikan gambaran terdapat keberagaman preferensi petani terhadap varietas ubi kayu yang tergantung dari pemanfaatan ubi kayu di suatu daerah. Tingkat adopsi petani di Lampung terhadap varietas unggul ubi kayu lebih dinamis, bahkan varietas unggul yang baru dilepas sudah diadopsi petani. Kontribusi ekonomi varietas unggul ubi kayu di Lampung ternyata tinggi (>Rp5 triliun). Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kontribusi ekonomi varietas unggul ubi kayu sedang (Rp1,5-2,2 triliun). Akan tetapi di Yogyakarta, kontribusi ekonomi varietas unggul rendah (Rp0,02 triliun) disebabkan luas areal penyebaran kurang. Program diseminasi atau sosialisasi varietas unggul ubi kayu kepada pengguna seperti petani/kelompok tani, penyuluh dan Dinas Pertanian perlu ditingkatkan sehingga petani dapat memilih varietas ubi kayu yang sesuai dan berproduktivitas tinggi.
Copyrights © 2020