Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang besar kontribusi domestic ownership and foreign ownership terhadap kinerja keuangan. Penelitian dilakukan pada 94 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Busa Efek Jakarta dari tahun 2001 sampai dengan 2005 dengan metode studi kasus dan menggunakan analisis regresi sederhana yang diolah dengan SPSS versi 11.00.Hasil penelitian adalah variabel kontrol cateris paribus maka tipe kepemilikan tidak berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja keuangan berupa ROA dan ROE. Keberadaan variabel kontrol memperkuat kontribusi dari tipe kepemilikan terhadap kinerja keuangan walaupun tidak signifikan. Hal ini disebabkan karena kepemilikan saham individu yang kecil tidak memonitor manajemen dengan baik yang kemungkinan disebabkan oleh persoalan free rider. Dalam kepemilikan institusi masih terdapat ketidakseimbangan informasi (assymetric information) serta masih lemahnya pasar modal di Indonesia dalam bentuk semi kuat (semi strong). Sehingga kepemilikan institusi belum bisa membantu memecahkan konflik keagenan antara pemegang saham dan manajemen. Kepemilikan manajemen dapat mengisolasi manajer dari kontrol pasar sehingga berdampak pada penurunan kinerja perusahaan melalui managerial entrenchment hypothesis yaitu hipotesis yang menyatakan bahwa kepemilikan manajemen akan menjadikan manajemen terbentengi dari kontrol pasar sehingga manajemen dengan mudah dapat melakukan tindakan entrenchment yang dapat menurunkan kinerja keungan. Kepemilikan asing dengan informasi yang superior diasumsikan memiliki kontribusi asimetris informasi dan menurunkan likuiditas yang berdampak pada penurunan kinerja keuangan.Tipe kepemilikan belum mampu menekan manajemen untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, karena dari hasil penelitian kontribusi tipe kepemilikan terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang listing di BEJ masih sangat rendah. Key Word: Teori Agen (Agency Theory), Agency Conflict, Agency Problem, Stakeholder Theory.
Copyrights © 2011