Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
Vol 16, No 1 (2020): JUNI 2020

Kopolimerisasi Cangkok Polivinilpirolidon dan Akrilamida pada Selulosa untuk Adsorben Ion Logam Cu

Rahma Nurfatimatuz Zahra (Politeknik STMI Jakarta)
Meri Suhartini (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - BATAN)
Santoso Prayitno (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - BATAN)
June Melawati (Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi - BATAN)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2020

Abstract

Selulosa merupakan polimer alami yang berlimpah ketersediannya. Selulosa tidak memiliki rantai samping, sehingga molekul penyusunnya terstruktur dengan baik yang menyebabkan selulosa sulit untuk berinteraksi dengan senyawa lain. Pencangkokan menggunakan metode iradiasi simultan dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan adsorben ion logam berat berbahan dasar selulosa. Polivinilpirolidon (PVP) dan akrilamida (AAm) dicangkokkan pada selulosa menggunakan inisiator sinar gamma (γ) dari sumber kobalt-60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kopolimerisasi cangkok selulosa-g-PVP-AAm tertinggi didapat pada dosis iradiasi 30 kGy, dengan komposi PVP-AAm sebesar 50% masing masing dari berat selulosa. Derajat pembengkakan sel-g-PVP-AAM menurun 127% dibandingkan dengan selulosa asli. Kapasitas adsorpsi maksimum sel-g-PVP-AAm terhadap ion logam Cu (II) adalah 25,58 mg/g, naik 82,71% lebih tinggi dibandingkan selulosa asli. Keberhasilan pencangkokan dibuktikan dengan adanya penyerapan bilangan gelombang pada 1655 cm-1 yang merupakan gugus C=O dari PVP dan AAm dan bilangan gelombang 1424 cm-1 yang merupakan gugus C-C dari PVP dan gugus C-N dari AAm. Adsorpsi  ion logam Cu (II) oleh  kopolimer sel-g g-PVP-AAm mengikuti mekanisme isoterm Langmuir.

Copyrights © 2020