ASPIRATOR
Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Aspirator Volume 11 Nomor 1 2019

Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat tentang Filariasis Limfatik di Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya

Mefi mariana tallan (Loka Litbang Kesehatan Waikabubak)
Fridolina Mau (Loka Litbang Kesehatan Waikabubak)
Anderias K Bulu (Loka Litbang Kesehatan Waikabubak)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2019

Abstract

Kaki gajah (elephenthiasis) adalah penyakit menular menahun disebabkan oleh cacing filaria (Mikrofilaria) yang ditularkan oleh beberapa jenis nyamuk. Secara umum penyakit ini dikenal dengan sebutan filariasis. Kabupaten Sumba Barat Daya dinyatakan sebagai daerah endemis filariasis sebab ditemukan mikrofilaria rate diatas 1%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahun, sikap, dan tindakan penderita (responden positif mikrofilaria) dan yang bukan penderita (responden negatif mikrofilaria) dengan kejadian filariasis. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten Sumba Barat Daya selama delapan bulan sejak bulan April hingga November 2014 menggunakan desain penelitian potong lintang. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, analisis data menggunakan uji statistik chi-square (Univariat dan bivariat). Hasil penelitian menunjukkan penderita filariasis ditemukan pada responden dengan tingkat pendidikan rendah atau tidak pernah sekolah, berusia 30‒45 tahun dan pekerjaan utama petani. Hasil uji statistik diperoleh P-value = 0,000 artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan kejadian positif filariasis. Hasil analisis variabel Pengetahuan diperoleh bahwa nilai Relative Risk (RR) = 6,000,artinya penderita dengan pengetahuan rendah berpeluang 6,000 kali untuk terinfeksi filariasis dibandingkan dengan responden dengan tingkat pengetahuan tinggi. Variabel Sikap diperoleh RR = 3,333 artinya penderita dengan sikap negatif berpeluang 3,333 kali untuk terinfeksi filariasis dibandingkan dengan responden dengan bersikap positif. Variabel tindakan responden diperoleh nilai RR = 1,824 artinya penderita dengan tindakan salah berpeluang 1,824 kali untuk terinfeksi filariasis dibandingkan dengan responden dengan tindakan benar. Kesimpulan, responden positif filariasis memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih rendah serta memiliki sikap dan tindakan negatif terhadap upaya pengendalian faktor risiko penularan dan melakukan tindakan yang salah dalam pencegahan penyakit dibandingkan dengan responden yang bukan penderita.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

aspirator

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor menerima artikel ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian (original paper), systematic review, case reports, maupun komunikasi pendek (short-communication), serta metodologi dan pendekatan baru dalam penelitian penyakit tular vektor (vector-borne ...