ASPIRATOR
Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Aspirator Volume 11 Nomor 1 2019

Keragaman Spesies Tersangka Vektor Filariasis Berdasarkan Tipe Habitat dan Ekosistem di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua

Milana Salim (Balai Litbang Kesehatan Baturaja)
Mara Ipa` (Loka Litbangkes pangandaran)
Olwin Nainggolan (Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Badan Litbangkes)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2019

Abstract

Filariasis masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Sarmi. Pada tahun 2014 tercatat terdapat 76 kasus baru. Informasi mengenai aspek penentu penularan filariasis dalam hubungannya dengan vektor dibutuhkan sebagai dasar upaya pengendalian. Analisis lanjut Riset Khusus Vektora tahun 2015 dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui variasi dan karakteristik lingkungan spesies tersangka vektor filariasis di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua. Data penangkapan nyamuk, jenis habitat, dan lingkungan setiap ekosistem dianalisis. Spesies tersangka vektor filariasis di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua yang diperoleh terdiri dari empat genus dengan sembilan spesies vektor/tersangka vektor filariasis yaitu Anopheles farauti, An. koliensis, An. pediateniatus, An. punctulatus, An. tesselatus, An. subalbatus, Culex quinquefasciatus, Mansonia dives, dan Ma. papuensis. Ditemukan empat tipe habitat spesifik di lokasi pengumpulan data nyamuk yakni hutan primer, hutan sekunder, semak, dan habitat rumput/sawah/kebun coklat. Anopheles farauti merupakan spesies yang ditemukan melimpah pada semua habitat spesifik. Berdasarkan ekosistem, Cx. quinquefasciatus mendominasi ekosistem di daerah urban yaitu non hutan dekat pemukiman, hutan dekat pemukiman, dan pantai dekat pemukiman, sedangkan An. farauti ditemukan di lima ekosistem yakni hutan dekat pemukiman, hutan jauh pemukiman, non hutan jauh pemukiman, pantai jauh pemukiman, dan pantai dekat pemukiman.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

aspirator

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor menerima artikel ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian (original paper), systematic review, case reports, maupun komunikasi pendek (short-communication), serta metodologi dan pendekatan baru dalam penelitian penyakit tular vektor (vector-borne ...