BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA)
Volume 14 Nomor 1 Juni 2018

Potensi Daya Tolak Ekstrak Daun Marigold (Tagetes erecta L.) terhadap Nyamuk Aedes aegypti

Marini Marini (Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Jl. Jenderal Ahmad Yani KM. 7 Kemelak Baturaja Sumatera Selatan, Indonesia)
Tanwirotun Ni’mah (Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Vivin Mahdalena (Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Rahayu Hasti Komariah (Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Hotnida Sitorus (Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2018

Abstract

Aedes aegypti is vector of Dengue Hemorrhagic fever (DHF) which still considered as important health problem in Indonesia. The marigold (T. erecta L.) is a well known plant in the community and widely used as traditional medicines and repellent mosquitoes plant. This study aims to assess the repellency effect of ethanol extract of marigold leaves againts Ae. aegypti. The marigold were obtained from the farmers’ garden in Kerinjing Village, Pagaralam, Sumatera Selatan Province. The extraction process was carried out in Pharmaceutical Laboratory and Genetics Laboratory Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University in June 2016. Maceration process used solvent ethanol 70%. The repellency test was done in Entomology Laboratory of Loka Litbang P2B2 Baturaja in August to October 2016. The repellent was made with mixture of cleansing milk as diluent with concentration of 25%, 30%, 35%, 40%, and 45%. The method of repellent test was referred to WHOPES 2009 with modification. The phytochemical test showed that marigold leaves extract had compound of alkaloid, flavonoid, saponin, and tannin. The repellency test showed that the lotion of marigold leaves extract was ineffective as repellent againts Ae. aegypti with complete protection up to more than 90% after two hours aplication at concentration 30%. ABSTRAKNyamuk Aedes aegypti adalah vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Marigold (T. erecta L.) merupakan jenis tanaman yang populer di masyarakat dan banyak digunakan sebagai obat tradisional serta sebagai tanaman pengusir nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk menilai daya proteksi ekstrak etanol daun marigold sebagai repelen terhadap nyamuk Ae. aegypti. Tanaman marigold (T. erecta L.) diperoleh dari kebun petani di Desa Kerinjing Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan. Proses ekstraksi dilakukan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Genetika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya pada bulan Juni 2016 dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji daya proteksi nyamuk dilakukan di Laboratorium Entomologi Loka Litbang P2B2 Baturaja pada bulan Agustus-Oktober 2016. Repelen dibuat dengan campuran cleansing milk sebagai pengencer dengan konsentrasi 25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%. Metode pengujian repelen mengacu pada WHOPES 2009 dengan modifikasi. Hasil uji fitokimia menggunakan metode uji warna terhadap ekstrak daun marigold berhasil mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil pengujian daya proteksi menunjukkan bahwa losion ekstrak daun marigold tidak efektif sebagai repelen terhadap nyamuk Ae. aegypti dengan daya proteksi diatas 90% hanya bertahan selama dua jam setelah pengolesan, yaitu pada konsentrasi 30%.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

blb

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Public Health Veterinary

Description

BALABA is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We published research article and literature review focused on vector borne disease such as malaria, DHF, filaria, chikungunya, leptospirosis, ...