Abstrak. Tanaman kedelai (Glicine max (L.) Merr.) berkembang pada tanah masam dengan kejenuhan basa < 50%, kandungan hara, C-organik dan kapasitas tukar kation rendah. Peningkatan produktivitasnya memerlukan bahan pembaik tanah. Penetralisir tanah merupakan salah bahan yang dianggap dapat digunakan sebagai bahan pembaik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penetralisir tanah terhadap perbaikan sifat kimia tanah, peningkatan pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilakukan di rumah kaca, Balai Penelitian Tanah, Bogor pada bulan November 2010- Maret 2011. Penelitian menggunakan contoh tanah Ultisol yang diambil dari Kentrong, Lebak, Banten dan tanah Inceptisol dari Cidahu, Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Percobaan dilakukan dengan dua kegiatan, yaitu percobaan tanpa tanaman dan dengan tanaman kedelai. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak kelompok 6 perlakuan, 3 ulangan. Perlakuan merupakan 5 dosis penetralisir tanah dan perlakuan kapur sebagai pembanding. Pada percobaan tanpa tanaman contoh tanah yang digunakan seberat 5 kg, dan percobaan dengan tanaman seberat 10 kg. Pengamatan dilakukan terhadap sifat kimia tanah dan hasil tanaman kedelai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian penetralisir tanah tidak berpengaruh nyata (p>0.1) terhadap peningkatan pH, Ca, Mg, kejenuhan basa, penurunan Al dapat dipertukarkan, dan kejenuhan Al. Penetralisir tanah tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai baik pada tanah Ultisol maupun Inceptisol.
Copyrights © 2013