Filariasis limfatik merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu kabupaten yang masih mengalami masalah kesehatan filariasis limfatik adalah Kabupaten Muaro Jambi. Penularan filariasis limfatik disebabkan masih adanya cacing filaria. Mansonia uniformis merupakan vektor yang ditemukan di Kabupaten Muaro Jambi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi filariasis limfatik di Kabupaten Muaro Jambi dengan melihat beberapa aspek. Hasil penelusuran literatur menunjukkan bahwa hingga tahun 2014 ditemukan 130 kasus filariasis limfatik di Kabupaten Muaro Jambi, tiga diantaranya merupakan kasus baru. Berdasarkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor kovariat terjadinya filariasis limfatik adalah perilaku masyarakat yang tidak menggunakan pelindung diri dari gigitan nyamuk sewaktu tidur dan saat keluar rumah di malam hari. Faktor lain terkait lingkungan yaitu keberadaan genangan air, sawah dan rawa bisa menjadi tempat berkembangbiak vektor penyebab filariasis limfatik. Jadi jarak rumah yang dekat dengan sawah/rawa merupakan faktor risiko terjadinya filariasis limfatik. Kesimpulan yang diperoleh adalah masih ditemukannya kasus baru pada tahun 2014 mengindikasikan masih terjadinya penularan filariasis di kabupaten tersebut. Penularan terjadi karena masyarakat yang belum sepenuhnya melakukan tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk khususnya Ma. uniformis sebagai vektor filariasis limfatik di Kabupaten Muaro Jambi.
Copyrights © 2018