Spirakel
Vol 11 No 1 (2019)

PENGARUH SUHU RUANGAN, KELEMBAPAN UDARA, pH DAN SUHU AIR TERHADAP JUMLAH PUPA Aedes aegypti STRAIN LIVERPOOL (LVP)

Yahya Yahya (Balai Litbang Kesehatan Baturaja)
Ritawati Ritawati (Balai Litbang Kesehatan Baturaja)
Dwi Putri Rahmiati (Balai Litbang Kesehatan Baturaja)



Article Info

Publish Date
09 Jan 2020

Abstract

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan. Vektor utama demam berdarah di Indonesia adalah Aedes aegypti sedangkan Ae. albopictus berperan sebagai vektor sekunder. Mempelajari perkembangan Ae. aegypti diperlukan agar dapat memberikan informasi mengenai karakteristik siklus hidup dan mengevaluasi upaya pengendalian vektor. Penelitian ini menganalisis data rutin atau perkembangan harian Ae. aegypti strain Liverpool yang dipelihara di laboratorium dari Oktober hingga Desember 2018. Selama pengamatan beberapa variabel yang dicatat meliputi suhu ruangan, kelembapan relatif, suhu air, nilai pH, dan jumlah pupa yang berkembang. Hasil pengamatan dianalisis dengan teknik Non parametric correlations melalui uji Spearman rank dan dilakukan uji t (t-test) menggunakan aplikasi statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara jumlah pupa dan suhu ruangan. Semakin tinggi suhu ruangan maka ada kecenderungan terjadi penurunan terhadap jumlah larva yang berkembang menjadi pupa, jumlah pupa yang berkembang akan berkurang seiring kenaikan suhu hingga ≥ 300C.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

spirakel

Publisher

Subject

Public Health

Description

SPIRAKEL is a media for researchers / academics / students / practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service Center, to obtain or disseminate scientific information on tropical infectious ...