PenelitianĀ ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan pertanian terpadu terhadap peningkatan pendapatan petani di Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Sistem pertanian terpadu yang dikaji meliputi usahatani padi-ternak sapi, dan usaha-usaha lain yang berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga petani. Budidaya tanaman padi yang menghasilkan output dapat menjadi input bagi ternak seperti pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak sapi. Pertanian terpadu ditandai oleh keragaman aktifitas yang tinggi yakni pertanian tanaman pangan, peternakan sapi, usaha kebun, usaha kambing, usaha unggas serta usaha lain yang memberi kontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan struktur ekonomiĀ petani yang menerapkan usahatani padi monokultur memberi kontribusi pendapatan sebesar Rp 9.213.550,00 dengan B/C Ratio 1,38 dan petani yang menerapkan usahatani sapi monokultur diperoleh pendapatan sebesar Rp 6.856.166,66 dengan B/C Ratio 0,89, sedangkan usahatani padi-sapi terpaduĀ diperoleh pendapatan sebesar Rp 17.981.726,95 dengan B/C Ratio 1,73. Pertanian terpadu memberi kontribusi berupa saling keterkaitan antara subsistem melalui aliran input-output antara tanaman dan ternak. Keterpaduan usahatani ternak dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan ditandai dengan adanya reduksi hasil usaha, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga petani.
Copyrights © 2020