Firzi Ramadhan, I Nyoman Nurjaya, Bambang Sugiri Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang 65145 Email: firziram@gmail.com Abstrak: Pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh Korporasi akhir-akhir kian marak terjadi. Kurang lengkapnya ketentuan di dalam aturan hukum pidana terkait menjadi salah satu sebabnya. Sulitnya menentukan perbedaan antara perbuatan yang dilakukan oleh korporasi atau pengurusnya sebagai orang-perorangan menjadi salah satu sebab. Oleh sebab itu, maka tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kapan suatu korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban dalam tindak pidana pembakaran hutan dan lahan serta menjelaskan putusan-putusan terkait mengenai kasus pembakaran hutan dan lahan yang berhubungan dengan korporasi. Untuk menjawab permasalahan diatas, penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang berhubungan dengan masalah yang diteliti diperoleh melalui penelusuran kepustakaan. Bahan-bahan hukum yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis sistematis guna menjawab isu hukum yang telah dirumuskan. Dari hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa doktrin ajaran gabungan adalah doktrin yang paling tepat untuk menentukan kapan korporasi dapat bertanggungjawaban dalam tindak pidana pembakaran hutan dan lahan. Serta putusan terkait korporasi yang melakukan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan melahirkan dua bentuk model pertanggungjawaban yakni korporasi sebagai pembuat korporasi dan pengurus yang bertanggungjawab, korporasi sebagai pembuat pengurus yang bertanggungjawab. Kata Kunci: Pertanggungjawaban, Korporasi, Pembakaran Hutan dan Lahan Abstract: Land and forest fire committed by corporate recently is getting more massive due to the loopholes in the provisions of related criminal law. Deciding whether this fire was triggered by corporate or by individuals in the corporate has been the issue. This paper is aimed to explain under what circumstances liabilities can be drawn from corporate over criminal act of land and forest fire and to explain decisions regarding land and forest fire related to corporate. This normative legal research employed statute, conceptual, and case approaches. The related legal materials were obtained from literature review, followed by further analyses by means of systematic method to give answer to the legal issue studied. The result reveals that combined doctrine seems the most appropriate approach to decide under what circumstances corporate is liable for the forest and land fire committed. The decision regarding this issue also generates two models of liability where corporate is responsible as a body establishing the corporate itself while the people in charge of the corporate are entitled to hold liabilities. Moreover, the corporate as an institution to form the people in charge is liable for this. Keywords: liability, corporate, land and forest fire
Copyrights © 2020