Teori Atribusi berfokus pada faktor penyebab kesuksesan dan kegagalan. Tiga dimensi atribusi meliputi dimensi lokus, stabilitas, dan kemampuan kontrol. Lokus berfokus pada penyebab yang dipersepsikan sebagai internal atau eksternal bagi individu. Stabilitas berfokus pada penyebab yang sifatnya stabil atau tidak stabil dari waktu ke waktu. Kemampuan kontrol berfokus pada seberapa banyak kontrol yang dimiliki oleh individu atas suatu penyebab. Ketiga dimensi tersebut menghasilkan delapan faktor penyebab. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan penyelesaian studi ditinjau dari teori atribusi pada dua mahasiswa yang berinisial AA dan BB. Penelitian ini dilakukan di Prodi BK Unika Atma Jaya dari bulan September 2018 hingga bulan Januari 2019. Peneliti menggunakan teknik wawancara untuk memperoleh data mengenai faktor-faktor penyebab keterlambatan studi. Triangulasi data menggunakan empat informan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek AA dan BB memiliki empat persamaan faktor dalam mengatribusikan penyebab keterlambatan penyelesaian studinya, yaitu pada faktor usaha jangka panjang, usaha situasional, suasana hati, dan tuntutan mata kuliah. Perbedaan faktor penyebab keterlambatan terletak pada AA yang mengatribusikan faktor peluang.
Copyrights © 2019