Beberapa fenomena menunjukkan remaja mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan fisik, emosi, dan peran sosial. Remaja membutuhkan dukungan dari keluarga agar tidak mengalami hambatan dalam pengembangan identitas dirinya. Subjek penelitian ini adalah dua remaja yang mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri. Latar belakang subjek berasal dari keluarga yang mengalami perceraian. Metode penelitian ini merupakan studi kasus. Proses konseling individual yang dilakukan berlandaskan pendekatan logoterapi. Tujuan konseling pendekatan logoterapi untuk membantu subjek menemukan tujuan dan makna hidupnya. Dalam proses konseling, dua remaja tersebut dibantu untuk menyadari potensi-potensi yang dimiliki agar dapat digunakan untuk menghadapi kesulitan yang dialaminya. Hasil yang diperoleh menunjukkan kedua subjek menyadari konsekuensi dari ketidakmampuan penyesuaian diri selama ini. Tindak lanjutnya adalah memperkuat niat baru untuk berperilaku yang sesuai dengan tugas-tugas perkembangan remaja. Saran untuk penelitian selanjutnya yang menggunakan pendekatan logoterapi, sebaiknya lebih menekankan pada kegiatan refleksi dalam setiap sesi konseling dan memberikan waktu konseling yang cukup.
Copyrights © 2019