Skripsi merupakan tugas akhir yang cukup mencemaskan sebagian besar mahasiswa di Indonesia. Dalam proses penyusunan Skripsi, mahasiswa generasi millennials seringkali melakukan hal-hal yang non-produktif, seperti prokrastinasi dan menghindari dosen pembimbing. Beberapa kasus menunjukkan fenomena kecemasan akademik yang berlebihan terhadap skripsi sehingga mengakibatkan mahasiswa generasi millennials melakukan hal di luar akal sehat, yaitu bunuh diri. Musik sebagai salah satu kebutuhan penting bagi generasi millennials dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif sarana penyembuhan yang terapeutik. Strategi intervensi konseling konvensional yang selama ini diberikan menunjukkan hasil yang kurang efektif. Pendekatan modern yang dirasa perlu untuk mereduksi academic anxiety mahasiswa generasi millennials, yaitu integrative approach melalui intervensi music therapy. Saran kepada psikolog atau konselor pendidikan diharapkan mampu memberikan intervensi, khususnya terapi musik, untuk menangani kecemasan mahasiswa generasi millennials yang melakukan prokrastinasi dalam penulisan skripsi.
Copyrights © 2019