ABSTRAKBerbicara tentang kritik sastra, secara umum, selain untuk menghakimi karya sastra, juga memiliki fungsi untuk mengkaji dan menafsirkan nilai karya sastra baik novel, cerpen, maupun puisi. Tujuan penulisanini adalah untuk mendeskripsikan dan menafsirkan nilai karya sastra yakni Puisi-Puisi Langit Biru yangmencerminkan adanya kepedulian terhadap lingkungan hidup karena pencemaran udara. Teori yangditerapkan untuk mendeskripsikan adalah kritik pandangan ”Tiga M Krit ik Sastra Sawo Manila:Menghibur, Mendidik, dan Mencerdaskan. Metode penulisan ini adalah deskriptif kualitatif yaitumenafsirkan nilai-nilai puisi, menghibur, mendidik, dan mencerdaskan dalam Puisi-Puisi Langit Biru.Hasilnya menunjukkan bahwa dalam karya sastra khususnya dalam puisi karya Ahmad Nurullah danNaning Pranoto terdapat makna yang mengangkat pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusiaatas pencemaran udara dan lingkungan yang kurang sehat.Kata Kunci: Kritik Sastra, Puisi, Menghibur, Mendidik, MencerdaskanABSTRACT Generally, literary criticism function for both judging literary work and interpreting novel, short story,and poetry. This article aims at describing and interpreting ‘Puisi-Puisi langit Biru’which is reflecting theconcern for the environment due to air pollution. This article used the three M Sawo Manila: Menghibur, Mendidik, and Mencerdaskan (Entertaining, Educating, and Developing Mind) Theory. The method of the study employs descriptive qualitative, which is interpreting the values of poetry, those are Menghibur, Mendidik, and Mencerdaskan (Entertaining, Educating, and Developing Mind). The resultshows that in literary works, poems written by Ahmad Nurullah and Naning Pranoto, there are meanings that raise the importance of the environment for human life for air pollution and an unhealthy environment. Key Words: Literary Criticism, Poetry, Entertaining, Educating, Developing Mind
Copyrights © 2019