Majalah Kedokteran
Vol. 27 No. 1 (2010): JANUARI – MARET

Daya Larvisida Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti L

Agus Aulung (Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
Christiani (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta.)
Ciptaningsih (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta.)



Article Info

Publish Date
03 Jun 2020

Abstract

Abstrak Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan vektor nyamukAedes aegypti L. Salah satu cara untuk menekan populasi Ae. aegypti L yaitu dengan memutus siklus hidupnyapada stadium larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih (Piper betle. L)terhadap mortalitas larva Ae. aegypti L. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desainrancangan acak lengkap (RAL). Pengujian dilakukan dengan lima konsentrasi ekstrak daun sirih masing masing0,05%, 0,1%, 0,2%, dan 0,4%; 0% (kontrol) terhadap larva nyamuk. Tiap konsentrasi dilakukan empat kaliulangan. Variabel bebas adalah ekstrak daun sirih, sedangkan variabel terikat adalah mortalitas larva Ae. aegyptiL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun sirih berpengaruh terhadap mortalitas larva Ae.aegypti L dengan x² hitung > x² tabel (16,81 > 9,488). Konsentrasi untuk mematikan separuh larva uji (LC.50 )adalah 0,046 % dan konsentrasi untuk mematikan 90% populasi larva uji (LC.90) adalah 0,1031% ekstrak daunsirih setelah 24 jam waktu pengamatan. Kata Kunci : Larvasida, Piper betle. L, Aedes aegypti. L, mortalitas. Abstract Dengue hemorrhagic fever is a disease caused by dengue virus which is transmitted by Aedes aegepti L. mosquitoas the vector. One method for the control of the Aedes aegypti population is inference to their lifecycle. A fullyrandomised study was aimed to investigate the effect of piper betle leaves’ extract to the Ae. aegypti larvae’smortality.The concentration used in the five treatments were 0% (control), 0,05%, 0,1%, 0,2% and 0,4%, withfour replications. The independence variable was the betle leaves’ extract and, the dependence variable was themortality of Ae. aegypti larvae. The result shown that the betle leaves’ extract caused larva mortality with x²calculation > x² table (16,81 > 9,488). The concentration for half of mortality (LC 50) was 0,046%. Finally, theextract concentration for 90% population mortality was 0,103% after 24 hours treatment. Key Word : Larvicidal, Piper betle L, Aedes aegypti L, mortality

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

mk

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Majalah FK UKI bertujuan sebagai wadah publikasi hasil penelitian staff pengajar fakultas kedokteran internal dan eksternal UKI, sebagai sharing knowledge para dosen fakultas kedokteran serta menunjang pengembangan ilmu kedokteran/kesehatan. ...