Majalah Kedokteran
Vol. 28 No. 3 (2012): JULI-SEPTEMBER

Diagnosis Serologis Infeksi Human Immunodeficiency Virus

Edyana Durman (Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia)



Article Info

Publish Date
11 Oct 2012

Abstract

AbstrakJumlah penderita AIDS setiap tahun terus bertambah. Penyebabnya adalah human immuno deficiency virus (HIV), termasuk golongan retrovirus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan mampu merangsang pembentukan antibodi. Protein yang diproduksi oleh virus tersebut berupa glikoprotein (gp) 120/126, (gp) 41 & p 24, (gp) 34, (gp) 140 dan p 26. Diagnosis infeksi HIV dapat dilakukan dengan mendeteksi antibodi atau antigen. Pemeriksaan serologi yang dipakai untuk menegakkan diagnosis HIV diharapkan mempunyai sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi. Pemeriksaan yang mempunyai sensitifitas tinggi akan memberikan hasil positif pada orang yang terinfeksi HIV dan memberikan hasil negatif palsu yang kecil. Pemeriksaan yang mempunyai spesifisitas yang tinggi akan memberikan hasil yang negatif pada orang yang tidak terinfeksi HIV dan memberikan hasil positif palsu yang rendah. Metode pemeriksaan antibodi HIV terdiri atas pemeriksaan memakai metode ELISA/EIA yang harus dipastikan dengan metode western blot atau deteksi asam nukleat.Kata kunci: HIV antibodi, ELISA, rapid test AbstractThe number of people living with HIV and AIDS increasing every year. The causative agent is human immunnodeficiency viruses (HIV), classified as retrovirus group which attacks the immune system and stimulates the formation of antibody. A group of proteins produced by HIV are glycoprotein (gp) 120/126, (gp) 41 & p 24, (gp) 34, (gp) 140, and p 26. Diagnosis of HIV infection can be done by detecting and measuring the antibody or antigen. Serological diagnostic should have high sensitivity and high specificity. High sensitivity test will give positive results in HIV-infected people with a very low false negative results. Whereas high specificity examination would give negative results in people who are not infected with HIV and a very low false positive results. ELISA/EIA, immunobloting methods (western blot) and rapid method are the common available methods being used.Key word: HIV antibody, ELISA, Rapid test

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

mk

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Majalah FK UKI bertujuan sebagai wadah publikasi hasil penelitian staff pengajar fakultas kedokteran internal dan eksternal UKI, sebagai sharing knowledge para dosen fakultas kedokteran serta menunjang pengembangan ilmu kedokteran/kesehatan. ...