Tujuaan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis modal dan karakteristik individu sebagai faktor penentu inovasi usaha. Penelitian ini dikembangkan dengan mengintegrasikan modal dengan karakteristik individu yang mempunyai peran seperti kemauan bekerja keras, rasa percaya diri yang baik, pengalaman dalam bekerja sebagai jibu-jibu dan pendidikan/pelatihan terhadap inovasi usaha. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah dalam bentuk survey terhadap 80 “jibu-jibu” yang berada di Wilayah Kota Ambon. Pengamdilan data dilakukan dengan metode purposive sampling. Alat analisis dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Penelitian ini menemukan bahwa modal berpengaruh dan meningkatkan inovasi usaha. Penyebab temuan ini adalah kebutuhan modal penjual ikan ”jibu-jibu” tidak hanya di penuhi dengan modal sendiri tetapi juga dipenuhi dari pihak lain yaitu bantuan modal dan pinjaman dari pihak lain (non bank) dan modal social (modal kepercayaan). Jumlah modal yang dimiliki oleh jibu-jibu mendorong melakukan inovasi untuk pengembangan usahanya. Hasil riset ini, sesuai dengan fakta empiris yang mengabarkan bahwa 35% jibu-jibu telah melakukan akses penambahan modalnya dan sebanyak 18% dari jibu-jibu telah melakukan inovasi usaha dalam bentuk menjual ikan yang telah diolah dan inovasi pelayanan kepada pembeli. Selain varibel modal ternyata terdapat karakteristik individu yang dapat mempengaruhi inovasi usaha, namun berdasarkan hasil riset menunjukkan bahwa tidak berpengaruh terhadap inovasi usaha. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya karakteristik individu yang dicerminkan oleh rasa percaya diri sebesar 21%, selain itu kemauan kerja keras sebesar 16% dan belum pernah memperoleh pendidikan/pelatihan sehingga tidak menentukan inovasi usaha.
Copyrights © 2020