Selain sumber-sumber resmi, memoar dan catatan pengalaman pribadi dapat menjadi sumber alternatif penting yang mengisi kekosongan informasi di dalam suatu periode sejarah. Artikel ini membahas tentang arti penting memoar atau kisah-kisah pribadi yang ditulis pelaku sejarah seperti yang disampaikan Mohammad Nuh dalam beberapa catatan ketik tangan berisi dafta nama-nama perintis kemerdekaan Indonesia di Tegal dan pengalaman prbadi seputar peristiwa proklamasi di Tegal. Tidak dapat disangkal, terdapat sisi subyektif penulis dalam catatan seperti itu sehingga diperlukan perbandingan naskah tersebut dengan dokumen-dokumen lainnya. Namun, tidak dapat disangkal catatan pribadi Muhammad Nuh menjadi sumbangan berharga bagi kajian sejarah di tingkat lokal terkait peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam periode revolusi Indonesia.
Copyrights © 2020