Perawat memegang peranan penting menghadapi masalah kesehatan pasien selama 24 jam. Banyaknya tanggung jawab dan tuntutan yang harus dijalani oleh perawat mengakibatkan profesi perawat rentan mengalami burnout terhadap pekerjaannya. Burnout pada perawat terjadi akibat beban kerja yang tinggi, tingkat ketergantungan pasien terhadap perawat, banyaknya pasien dan kurangnya tenaga perawat. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Burnout perawat di RS Santa Maria Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 156 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara persepsi beban kerja (p=0,009) dan area rawat (p= 0,000) dengan kejadian Burnout di RS Santa Maria Pekanbaru. Tidak ada hubungan antara stres kerja (p= 0,387) dengan kejadian Burnout perawat di RS Santa Maria Pekanbaru. Penelitian ini merekomendasikan rumah sakit untuk dapat membuat kebijakan yang tepat dalam mengatasi burnout perawat demi meningkatkan kinerja perawat sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan
Copyrights © 2020