Abstract: Most muslims still understand da’wa in its literal meaning, namely spreading Islam and adding to the quantity of Muslims. In a more current plural environment, this understanding sometimes creates tensions and even conflicts with other religious believers. In addition to abiding to its principles which includes wisdom, good examples and better argument, Muslims also should reinterpret da’wa in a way it constitutes a common call for universal good. By doing so, the da’wa is more about spreading the values of Islam and implementing them in the broader context. This paper elaborated the reinterpretation of Islamic da’wa and its contextualization to help overcoming common humanity problems, such as poverty, gender inequality, climate change, among others.Keywords: Islamic da’wa, Reinterpretation, Contextualization Abstrak: Sebagian besar umat Islam masih memahami dakwah secara literal, yaitu usaha untuk menyebarkan Islam dan menambah jumlah populasi umat Islam. Dalam lingkungan yang semakin plural sekarang ini, pemahaman tersebut kadang-kadang menimbulkan ketegangan dan bahkan konflik dengan penganut agama lain. Selain berpegang pada prinsip-prinsip dakwah yaitu dilakukan secara bijaksana, mengedepankan contoh yang baik dan melakukan perdebatan yang argumentative, umat Islam perlu menafsirkan ulang dakwah sebagai upaya untuk menyeru kepada kebajikan universal. Dengan upaya reinterpretasi tersebut, dakwah dimaksudkan sebagai upaya untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman dan menerapkannya dalam konteks yang lebih luar. Artikel ini mengelaborasi upaya reinterpretasi dakwah Islam dan kontekstualisasinya dalam rangka membantu menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan, seperti kemiskinan, kesenjangan gender, perubahan iklim, dan lain-lain. Kata kunci: Dakwah Islam, Reinterpretasi, Kontekstualisasi
Copyrights © 2020