Jurnal Mikologi Indonesia
Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020

Potensi Cendawan Pelapuk Putih Indonesia Sebagai Agen Biodekolorisasi Limbah Pewarna Sintetik: Artikel Ulasan

Oktan Dwi Nurhayat (Research Center For Biomaterials, LIPI)
Sita Heris Anita (Research Center for Biomaterials, LIPI)
Dede Heri Yuli Yanto (Research Center for Biomaterials, LIPI)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2020

Abstract

Limbah pewarna sintetik yang dihasilkan oleh industri tekstil dapat membahayakan ekosistem perairan dan organismenya pada konsentrasi tertentu. Proses dekolorisasi secara biologis menjadi fokus penelitian dalam beberapa tahun terakhir karena prosesnya yang relatif murah dan ramah lingkungan. Cendawan pelapuk putih merupakan salah satu mikroorganisme yang dimanfaatkan untuk memproses limbah pewarna melalui proses enzimatik maupun adsorpsi. Fokus dari review ini adalah untuk membahas cendawan pelapuk putih asal indonesia yang berpotensi sebagai agen biodekolorisasi limbah pewarna industri tekstil. Beberapa spesies cendawan pelapuk putih asal indonesia dari genus Ganoderma, Trametes, Pleurotus, dan Leiotrametes telah dilaporkan memiliki kemampuan mendekolorisasi beberapa jenis pewarna sintetik golongan antrakuinon dan azo. Faktor-faktor seperti jenis cendawan, pH, mediator, aktivitas dan jenis enzim, konsentrasi dan jenis pewarna yang diujikan, waktu inkubasi, dan teknik imobilisasi miselia atau ekstrak enzim ligninolitik berpengaruh terhadap proses dekolorisasi secara biologis.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jmi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science Immunology & microbiology

Description

Jurnal Mikologi Indonesia (JMI) adalah jurnal nasional tentang diversitas Fungi di Indonesia yang mempublikasi artikel penelitian, review, metodologi, dan artikel-artikel taksonomi seperti monograf, jenis baru, catatan baru, checklist yang terkait dengan diversitas dan penyebaran Fungi, termasuk ...