Rumput Laut jenis Kappaphycus alvarezi merupakan komoditas unggulan produk budidaya laut yang cukup diminati nelayan. Ketertarikan disebabkan karena tidak memerlukan biaya terlalu tinggi ,waktu pemeliharaan yang singkat dan mudah dalam praktiknya. Lokasi penelitian di perairan Teluk Payo Kabupaten Halmahera barat. Tujuan mengetahui metoda budidaya yang tepat dan jumlah berat bibit yang menghasilkan pertumbuhan terbaik dalam kurun waktu pemeliharaan tertentu. Metoda yang digunakan adalah metoda eksperimen dan teknik budidaya menggunakan metode pemeliharaan long linedimana Faktor yang diteliti adalahperbedaan metoda budidaya yakni perbedaan kedalaman pemeliharaan untuk Metoda permukaan/Surface method (M1) dan Metoda pertengahan/Meedwater method(M2) serta berat bibit yang berbeda ; (100 gr (B1), 125 gr (B2) dan 150 gr (B3). Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dilanjutkan dengan Analisa Sidik Ragam (ANASRA). Kondisi parameter oseanografi perairan yang diukur yaitu suhu, pH, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, kedalaman dan substrat dasar perairan. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan Metoda budidaya permukaan/Surface Method (M1) sebesar 622.74% dan terendah pada Metoda budidaya pertengahan/Meedwater Method (M2) sebesar 300.85%. Hasil analisa sidik ragam terhadap pertumbuhan menunjukan berat bibit 125 gr/ikat (B2) memberikan pertumbuhan lebih tinggi (1530,36%) dan terendah pada berat bibit 150 gr/ikat (B3) sebesar 1500,28%. Selanjutnya hasil analisa sidik ragam juga menunjukkan bahwa methoda budidaya memberikan perbedaan sangat Nyata (P > 0,01) dan berat bibit yang berbeda memberikan perbedaan Nyata (P > 0,05).Kata Kunci : Berat Bibit, Metode Budidaya, Kappaphycus alvarezi, Teluk Payo
Copyrights © 2020