This paper will explore about Gur Dur's thoughts of humanism.It has become important as an offer of dehumation that is increasingly prevalent in this era. Starting from the aspect of education, socio-humanitarian, culture, and the power of the capitalist bureaucracy, Gus Dur's humanism is not a secular western hunterism born of a critique of religious hegemony, but a birth of Islamic upbringing. The construction of Gus Dur's thought was built on three values that support and complement each other, namely Islamic universalism, Islamic cosmopolitanism, and the indigenization of Islam. This paper is a library research. By reading Gus Dur's Humanism, we will find the confidence of a Muslim who understands the task of humanity as a divine god. Tulisan ini akan mengupas, menggali, dan mengekplorasi pemikiran Gur Dur pada sisi humanism.Pemikiran Presiden ke-4 RI ini menjadi penting sebagai tawaran dehumasinasi yang kian marak di era sekarang ini. Mulai dari aspek pendidikan yang mulai direduksi, sosial budaya yang nir-kemanusiaan, dan berkuasanya birokrasi kapitalis.Humanisme Gus Dur bukanlah hunamisme barat sekular yang lahir dari kritik atas hegemoni agama, melainkan lahir dari pemuliaan islam atas manusia. Kontruksi pemikiran Gus Dur dibangun berdasarkan tiga nilai yang saling menopang dan melengkapi, yaitu universalisme islam, kosmopolitanisme islam, dan pribumisasi islam. Tulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Dengan membaca Humanisme Gus Dur, kita akan menemukan keyakinan seorang muslim yang memahami tugas kemanusian sebagai tuhan ketuhanan.
Copyrights © 2020