Peran Sumber Daya Manusia telah mengalami perubahan sejalan dengan munculnya berbagai perkembangan. Persaingan semakin terbuka dan lingkungan bisnis semakin kompleks. Peran Sumber Daya Manusia yang lebih besar dari sebelumnya sangat diperlukan. Semula Sumber Daya Manusia dipandang sebagai biaya, namun saat ini Sumber Daya Manusia merupakan investasi yang harus ada dan syarat mutlak berlangsungnya operasi organisasi. Dulu tenaga kerja di eksploitasi, hubungan kerja terjadi antara buruh dan majikan, tetapi sekarang tenaga kerja dipelihara dan merupakan mitra kerja organisasi. Penelitian ini mengkaji sejauhmana motivasi kerja dan kompetensi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Yayasan Bina Insan Nusantara Barito di Buntok. Untuk menjawab permasalahan tersebut, perlu dikaji tentang dimensi kinerja karyawan yayasan Bina Insan Nusantara Barito di Buntok, melalui dimensi motivasi kerja dan kompetensi. Hasil penelitian ini menunjukkan di Yayasan Bina Insan Nusantara Barito perlu mengupayakan peningkatan kesejahteraan terutama Yayasan harus terbuka kepada guru-guru mengenai kondisi keuangan Yayasan, karena pada saat ini yayasan terus membangun gedung dan penambahan fasilitas guna menunjang sarana belajar mengajar. Semangat dari kinerja guru-guru di yayasan agar terus dipertahankan, mengingat sangat susah mencari guru-guru yang memiliki dedikasi dan memiliki loyalitas kerja yang tinggi
Copyrights © 2020