Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga dalam menangani kekambuhan pada pasien halusinasi seperti faktor farmakologis yaitu obat-obatan yang digunakan dalam proses pemulihan dan perawatan pasien halusinasi, faktor nonfarmakologis yaitu kebutuhan pendukung yang harus ada selama proses pemulihan dan perawatan pasien halusinasi yaitu pasien sendiri dan keluarga. Penelitian dalam studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018 ? Juni 2018 di RS Jiwa Daerah Provsu Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien halusinasi yang mengalami kekambuhan dan sedang di rawat jalan berjumlah 150 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling dan sampel dalam penelitian ini adalah 45 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi faktor farmakologis yang mempengaruhi keluarga yang positif sebanyak 34 orang (75,6%) dan distribusi frekuensi faktor non farmakologis yang mempengaruhi keluarga yang positif sebanyak 25 orang (55,6%). Disarankan keluarga harus lebih memperhatikan pasien halusinasi, mengontrol pasien agar minum obat secara teratur, memastikan obat telah diminum dan mengetahui penanganan pada saat pasien mengalami gangguan jiwa.
Copyrights © 2019