Di dalam Al-Qur?an kata laki-laki disebutkan dengan beberapa cara yaitu pertama, dengan kalimat umum yang mencakup laki-laki dan perempuan seperti wahai manusia, wahai orang-orang yang beriman dan lain-lain. Kedua, mengunakan kata yang menunjukan nama laki-laki seperti Sulaiman, Ibrahim, Nuh dan lain-lain. Ketiga, menggunakan kata yang menunjukan laki-laki itu sendiri seperti rij?lun dan dzakarun. Pada penelitian ini menitikberatkan kajian karakter Rijal dalam Al-Qur?an. Penulis memilih enam ayat yang penulis anggap sudah mewakili 57 ayat yang terdapat kata Rij?l dan derivasinya dalam Al-Qur?an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dimana yang menjadi sumber primer adalah kitab-kitab tafsir seperti: dari Tafsir Al-Thabari, Tafsir Fathul Qadir, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur?an Al-Sa?di dan Tafsir Al-Aisar. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode maudhu?i guna mendapatkan hasil yang lengkap dan luas. Maka Disimpulkan bahwa karakter Rij?l dalam Al-Qur?an adalah untuk menggambarkan laki-laki yang memiliki jiwa kepemimpinan, tawakal, gemar mensucikan diri, tidak terlalaikan dengan perniagaan, menepati janji, dan semngat berjuang di jalan Allah.
Copyrights © 2020